Jati Diri
Rumah Kata Bogor adalah sebuah wahana cengkrama budaya bagi siapa saja yang meminatinya. Tempat berkumpulnya para pelintas budaya tanpa ada pembatasan usia, suku, adat, ras dan agama bahkan bangsa dan negara. Membumikan seni dan ‘menyenikan’ bumi.
FILOSOFI RUMAH KATA
- Rumah adalah sekolah paling sangkil untuk menanamkan pekerti dan membangun karakter diri, dengan seluruh masyarakat sebagai pendidik dan cinta sebagai alas kurikulumnya.
- Kata adalah media santun untuk membentuk eksistensi: pencandra kemewaktuan, penanda kemengadaan dan tapal batas keberadaan. Dari katalah bermula kalimat, menjadi buku yang ruasnya tak pernah habis kita singkap.
KILAS RUMAH KATA
Rumah Kata adalah rumah budaya di Bogor. Digagas oleh pegiat literasi dan seni di Bogor: Khrisna Pabichara (prosais, praktisi perbukuan), Erha Limanov (esais, pegiat budaya), Mataharitimoer/MT (blogger, penulis, relawan pendidik), Ifan Musyarif (penyair), Rudy Ginting (aktivis, usahawan), Dony P. Herwanto (penyair, jurnalis), Shadu Shah Chaidar (musisi, pegiat budaya), S. Che Hidayat (pegiat budaya), Rizki Rudiana (pegiat budaya), dan Anarga Geokahfi Manoppo (pegiat budaya). Didukung penuh oleh Idang Rasjidi (musisi, budayawan).
Rumah Kata diharapkan dapat mewadahi berbagai inisiatif berkesenian dan berkebudayaan bagi masyarakat Bogor, mengembangkan potensi generasi muda Bogor, mendorong aktivitas berkesenian di Bogor agar bisa berbicara dalam lingkup lebih luas, dan menjadi tombak kegiatan literasi dan kebudayaan di Bogor.
Rumah Kata diharapkan mampu memainkan peran penting untuk memperkenalkan Bogor sebagai pusat aktivitas seni dan budaya melalui beragam kegiatan yang dikelola secara profesional dan berkesinambungan, tanpa kehilangan semangat kekeluargaan, kehangatan, dan keterbukaan.
VISI RUMAH KATA
- Mendorong apresiasi seni dan budaya di kalangan masyarakat Bogor.
- Menjadikan kegiatan seni dan budaya sebagai bagian identitas Bogor.
- Mengembangkan potensi pelaku seni, serta melestarikan seni tradisi dan literasi.
- Mendorong pengembangan potensi ekonomi kegiatan kesenian.


Recent Comments